Saturday, 10 September 2011

AnOtHeR YeAr HaS GoNe Bye

Yeah right.
Another year has gone bye.
Setahun tepat 9 September ini.
Tapi aku malah tidak ingin menulisnya pas di tanggal yang sama. Entah kenapa?
Kita masih on off. Masih dengan segudang ketidak jelasan. Tapi aku masih mencoba, begitu juga denganmu, kan? Mengaku sajalah. Aku akan mengakhirinya mana kala asaku sudah tidak tertahan lagi. Karena itu artinya batasku sudah sampai. 

Hari ini (kemarin) menemui beberapa fakta, yang akhirnya membuatku urung menulis perihal ini tepat di tanggal yang sama. Aku tidak ingin menodai memoriku dengan fakta yang hari ini (kemarin) aku temukan. Aku hanya ingin menyimpan memori setahun yang lalu.


Wednesday, 7 September 2011

GeLo

Tadi pagi bangun dengan kondisi keringatan teramat sangat, jam enam pagi kurang sepuluh menit. Artinya aku tidur selama sembilan setengah jam tanpa jeda. Barangkali kecapekan karena kemarin kali pertama aku jogging. Jogging tiga kali keliling Taman Suropati, dua kali jalan, pahong dua ratus kali, tebasan samping dua ratus kali, naik turun dudukan lima puluh kali.

Hasilnya? Jam tanganku hilang, pas udah mau pulang, cuma nyabet lock n lock karena udah haus banget, tapi jamnya lupa diambil. Begitu balik lagi ke Suropati nyari, udah ga ketemu. Ya sudahlah...sudah hilang, ga mungkin balik. Tapi aku masih gelo...karena jam itu baru setahun delapan bulan bersamaku. Jam itu hadiah ulang tahunku ke dua puluh tujuh, dari aku sendiri. 

Tuesday, 30 August 2011

PrOuD oF YoU

Jam 4 tadi pagi sampai di Yogya. 10 jam perjalanan sejak jam 5 sore kemarin dari Rawamangun. Dan kekhawatiranku tentang macet ga terbukti. Malah jalanan relatif sepi, berbanding terbalik dengan berita di koran kemarin. 

Sampai di kost Putri, niatnya tidur, eh yang lain malah pada bangun trus kumpul di satu kamar. Malah ngobrol panjang lebar dengan Mama Papa, Mba Anna dan Putri. Sudah ada perbincangan sebelumnya tadi malam, jadi tadi pagi langsung nyambung ceritanya tadi malam, tentang Eyang Kakung, tentang cerita seputar mengapa Eyang bisa ditahan saat masa '65. Cerita dari Papa menjadi sangat familiar buatku, seperti sudah sering mendengar, padahal baru kali ini Papa cerita panjang lebar tentang Eyang Kakung.
Dari apa yang diceritakan Papa, aku bangga pada Eyang (Kakung dan Putri) dan Papa, karena mereka melakukan itu semua demi dignitas mereka, harga diri mereka. Dan buatku, yang terpenting bagaimana Papa menyikapi kejadian itu, karena kami bertiga tetap bangga dengan Eyang Kakung meskipun baru kali ini Papa cerita lengkap tentang Eyang.

Monday, 29 August 2011

SeTaHuN

Hari ini setahun yang lalu.
Yang sama adalah momentnya.
Untuk persisnya tanggalan masih beberapa hari lagi.
Kurun waktu 3 bulan terakhir ini kita sempat ngobrol intensif.
Tapi memang masih belum ada kejelasan apapun.
Entahlah, aku tak lagi berminat menanyakan padamu.
Aku hanya ingin menikmati moment kita berdua. 

Thursday, 25 August 2011

CaMpUr AdUk

Iya. Campur aduk.
Kepikiran hari Senin besok berangkat ke Yogya di sore hari, naik bus pula. Biasanya kan naik kereta, dan pagi. Semoga lancar dan aman di perjalanan, secara besok itu berangkatnya pas malam takbiran.

Juga sambil ngebayangin di Yogya ntar gimana. Yang pasti ada pertemuan antara keluarganya Mas Ca dengan kami berlima. Istilahnya nembung Mba Anna untuk Mas Ca. Mama cerita kemarin siy, Mas Ca pengennya nikah Desember. So far Mama Papa setuju aja, asal setelah natal. Kalau aku pribadi juga setuju aja, malah support, artinya sekalian aja Mama Papa natalan di Yogya. 

Itu yang Mba Anna. Yang Putri, masih belum tahu rencananya gimana. Kabarnya keluarganya Krisna juga mau ketemuan. Tapi belum nembung, masih kenalan dulu, karena emang belum pernah ketemu antar keluarga.

Aku? Belum tahu. Yang pasti perlu waktu buatku pribadi untuk pikirkan langkahku ke depan.
Pekerjaan dan kehidupan pribadi, juga Mama Papa. Itu dulu yang jadi prioritasku.